Kadatuanne Sama (Kebesaran dan Kehormatan Bangsa Bajo) sungguh terpatri dalam setiap jiwa orang Bajo. Benarkah demikian?
Tak lekang dalam ingatan kerap orang tua kita dulu menghibur kita di masa kecil dengan ungkapan “Tidor neko datu / suppi neko datu” ketika hendak menidurkan atau meredakan tangis anaknya. Lalu mengapa Orang Bajo seolah malu muncul? bahkan ada sebagian yang tidak ingin mengaku sebagai Orang Bajo? Yang pasti Kadatuanne Sama disembunyi dalam sejarah bahkan dipelintir sehingga Bangsa Bajo seolah Bangsa tanpa sejarah bahkan mirisnya selalu diidentikkan dengan konotasi yang buruk.
Itulah yang melatarbelakangi lahirnya PT. Maa Ataita Indah.
“Demi Allah SWT, niat saya hendak melanjutkan usaha di komoditas lobster bukanlah karena ambisi memperkaya diri sehingga saya berani berkomitmen 90% keuntungan perusahaan akan saya kembalikan untuk kesejahteraan nelayan dan saya pun berani berkomitmen untuk re-stocking di atas 2% untuk menunjukkan kearifan budaya Bangsa Bajo yang sangat peduli terhadap konservasi”
V.E.H / H. MA